Korea Selatan, Negara 4 Musim dengan Keindahan di Setiap Musimnya
- Seodang Indonesia
- Aug 24, 2021
- 5 min read
Updated: Aug 26, 2021
Iklim Korea tergolong ke dalam iklim benua jika dilihat dari temperatur dan angin yang bertiup dan curah hujan. Iklim Korea dibedakan menjadi empat jenis musim, yaitu: musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Setiap musim di Korea terkenal dengan ciri khas-nya masing-masing. Mulai dari kebiasaan dan tradisi unik warga lokal yang berbeda setiap musimnya hingga keindahan yang ditawarkan alam Korea membuat negara tersebut mempunyai pesona tersendiri yang selalu menarik perhatian wisatawan asing.
Nah, di bawah ini adalah perbedaan musim-musim di Korea dikutip dari VisitKorea.or.id, disimak yuk!
Musim Dingin

Musim Dingin di Korea biasanya dimulai antara bulan Desember hingga bulan Februari, dengan suhu terdingin yang muncul pada bulan Januari yang mencapai minus 3 hingga 6 derajat Celcius. Hari-hari dengan suhu paling rendah biasanya terjadi antara pertengahan dan akhir bulan Januari. Di musim dingin, hari-hari menjadi lebih pendek, sinar matahari muncul lambat dan matahari tenggelam lebih awal. Biasanya siklus tiga hari dingin yang diikuti empat hari hangat yang disebut dengan istilah Samhansaon selalu berulang selama musim dingin.
Daerah pegunungan di provinsi Gangwon-do turun hujan salju sejak awal musim dingin, dengan suhu yang semakin dingin dan kering karena angin yang bertiup berasal dari Siberia. Antara bulan Desember hingga bulan Februari terdapat liburan hari-hari besar, yaitu: hari Natal, hari Tahun Baru, dan hari Tahun Baru Imlek. Sementara antara bulan Februari hingga awal bulan Maret adalah masa untuk wisuda dan awal masuk sekolah. Untuk daerah pedesaan, selama musim dingin lahan pertanian berhenti istirahat sejenak sampai tiba masa bercocok-tanam di musim semi, dan beberapa jenis sayuran tumbuh dan dikembangkan di dalam rumah kaca. Antara bulan November hingga Desember biasanya dilakukan persiapan pembuatan Kimchi dengan skala besar yang bisa dikonsumsi sepanjang musim dingin. Proses persiapan Kimchi dengan skala besar ini disebut Gimjang.
Fenomena Samhansaon (Tiga hari dingin dan empat hari hangat)
Samhansaon adalah istilah yang merujuk fenomena ‘tiga hari dingin yang diikuti empat hari hangat’. Iklim seperti ini sering terjadi di wilayah Timur-laut Cina dan Korea selama musim dingin. Fenomena ini berlanjut dengan siklus tujuh hari dengan tekanan benua yang tinggi dan kuat kemudian menjadi melemah. Rata-rata tingginya tekanan dengan siklus naik dan siklus turun terjadi selama 3 sampai 4 hari, sehingga fenomena ini disebut Samhansaon (tiga hari dingin dan empat hari hangat). Walaupun perubahan iklim umumnya terjadi dalam siklus 7 hari, hal ini menjadi sulit untuk diprediksi yang disebabkan oleh perubahan iklim.
Gimjang
Gimjang adalah istilah yang merujuk pada persiapan pembuatan Kimchi dalam skala besar sehingga bisa dikonsumsi selama musim dingin. Persiapan Kimchi dalam skala besar adalah momen istimewa khususnya di dalam kehidupan rumah-tangga masyarakat Korea, dan biasanya dilakukan antara akhir musim gugur dan awal musim dingin. Kimchi yang dibuat selama periode ini dinamakan Gimjang Kimchi. Sawi putih Korea menjadi bahan utama pembuatan Kimchi, dan bumbunya terbuat dari sayur lobak, udang kecil basah, bawang putih, bawang bombai, jahe, garam, ikan asin, cabe merah bubuk. Gimjang Kimchi disimpan dengan hati-hati untuk persediaan musim dingin.
Musim Semi

Source: https://www.visitkorea.or.id/article/musim-semi-di-korea
Musim Semi dimulai sejak akhir bulan Maret sampai awal bulan Mei. Suhu yang ringan dan menyegarkan menjadikan musim semi sebagai musim yang ideal untuk menyaksikan bunga Sakura bermekaran, bunga Forsythia, bunga Azaleas, dan bunga Magnolias dan Lilacs yang bermekaran pada puncak musim Semi. Pada puncak musim ini, terdapat berbagai festival musim semi yang berlangsung di Korea di mana pengunjung dapat berjalan-jalan di antara bunga-bunga musim semi yang mekar dan melihat hal-hal terbaik di negara ini.

Source: https://www.visitkorea.or.id/article/panduan-festival-musim-semi-maret-mei
Salah satu festival musim semi yang terkenal adalah Festival Bunga Musim Semi Yeouido Yeongdeungpo. Festival ini adalah festival yang representatif di Seoul, berlangsung setiap bulan April. Yeouiseo-ro, jalan di belakang Gedung Majelis Nasional, dipagari dengan pohon sakura dan merupakan jalan sakura yang paling terkenal di Seoul. Pengunjung dapat berjalan-jalan di sepanjang Sungai Hangang melalui terowongan pohon-pohon megah ini. Bunga musim semi lainnya yang mekar di bawah pohon termasuk azalea dan forsythias. Ada juga pertunjukan jalanan budaya, pameran dekorasi bunga, dan pameran foto yang berlangsung sepanjang periode festival.
Musim Panas

Source: https://www.visitkorea.or.id/article/musim-panas-di-korea
Musim Panas dimulai pada bulan Juni hingga Agustus, dan puncak musim panas adalah bulan Agustus dengan suhu sekitar 23 hingga 26 derajat celcius. Keringnya musim dingin dan musim semi seakan menghilang selama musim panas tiba karena suhu musim panas sangat tinggi dan lembab. Cuaca musim panas umumnya cukup pengap sehingga sangat tidak nyaman. Selama tahun ini penggunaan AC dan kipas angin meningkat. Cuaca sangat panas menjelang akhir bulan Juli hingga akhir bulan Agustus. Seiring dengan tingkat kelembaban yang tinggi, orang merasakan lebih panas. Umumnya, antara akhir bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli di Korea sudah masuk musim Hujan. Selama musim hujan di Korea tidak ada terik panas, dan untuk beberapa minggu biasanya berawan disertai hujan yang sering hingga tiga minggu.
Frekuensi hujan disebut Jangma, dan angin topan secara langsung bisa mengakibatkan kerusakan pada tanaman. Pada musim panas, banyak terdapat buah-buahan di antaranya adalah buah Semangka, Melon, buah Persik, dan juga terdapat banyak sayuran. Selain itu, wilayah pegunungan tertutup oleh tanaman hijau. Untuk menghindari teriknya panas matahari, orang Korea biasanya pergi memanjat gunung, pergi ke pesisir pantai, atau pergi ke daerah lembah untuk menikmati waktu liburan musim Panas.
Musim Gugur

Source: https://www.visitkorea.or.id/article/musim-gugur-di-korea
Musim Gugur di Korea dimulai pada bulan September hingga bulan November. Udara di musim gugur dingin juga kering, dan langit biru dengan sedikit awan. Orang Korea menyebut musim gugur dengan sebutan Cheon-go-mabi. Istilah Cheongomabi artinya adalah “langit tinggi dan kuda yang menjadi gemuk’. Istilah Cheongomabi banyak menggambarkan musim gugur. Pada musim ini, langit sangat biru dan jernih juga bersih, sehingga sangat bagus untuk pergi tamasya, dan musim panen membuat banyak makanan untuk dimakan. Panasnya musim panas sepertinya masih bersisa di bulan September. Udaranya panas pada waktu siang, tetapi udara di pagi hari dan sore dingin. Pada bulan Oktober, terdapat sedikit curah hujan dan tingkat kelembaban di udara pun menurun, sehingga cuacanya kering dan menyenangkan. Di akhir musim panas hingga awal musim gugur, angin topan muncul dari arah Pasifik Selatan. Musim gugur merupakan musim yang indah dengan dedaunan yang berjatuhan. Pohon Gingko dan pohon Maple berubah warna daunnya menjadi kuning dan merah di seluruh Korea. Selama musim gugur, masyarakat Korea senang pergi memanjat gunung untuk menikmati pemandangan indah yang diciptakan oleh dedaunan di musim gugur. Pegunungan dan dedaunan yang berjatuhan di musim gugur di seluruh wilayah Korea mengundang ramai orang datang selama musim gugur ini. Musim gugur juga dikenal sebagai musim panen yang melimpah, di antaranya panen padi, ubi, buah apel, buah persik, dan buah Jujube.
Itu dia perbedaan empat musim yang ada di Korea yang selalu menarik untuk dibahas. Setiap musim ternyata memiliki kesan dan keunikan tersendiri, ya! Kira-kira kamu ingin menikmati musim yang mana jika pergi ke Korea?
Referensi
KTO ADMIN. (2018, May 15). Musim Gugur di Korea. [online] Visitkorea.or.id. Available at: <https://www.visitkorea.or.id/article/musim-gugur-di-korea> [Accessed 23 Agustus 2021].
KTO ADMIN. (2018, May 15). Musim Semi di Korea. [online] Visitkorea.or.id. Available at: <https://www.visitkorea.or.id/article/musim-semi-di-korea> [Accessed 23 Agustus 2021].
KTO ADMIN. (2018, May 15). Musim Dingin di Korea. [online] Visitkorea.or.id. Available at: <https://www.visitkorea.or.id/article/musim-dingin-di-korea> [Accessed 23 Agustus 2021].
KTO ADMIN. (2018, May 15). Musim Panas di Korea. [online] Visitkorea.or.id. Available at: <https://www.visitkorea.or.id/article/musim-panas-di-korea> [Accessed 23 Agustus 2021].
KTO ADMIN. (2019, March 05). Panduan Festival Musim Semi (Maret-Mei). [online]. Visitkorea.or.id. Available at:
<https://www.visitkorea.or.id/article/panduan-festival-musim-semi-maret-mei>. [Accessed 23 Agustus 2021]



Comments